PERENCANAAN PENCAHAYAAN DAN PENERANGAN KAWASAN KOTA TUA

Pendahuluan
� Pencahayaan kawasan Kota Tua ini memberi masukan tentang peningkatan tata pencahayaan pada kawasan Kota Tua dari segi artistik maupu teknis dengan mempertimbangkan aspek hemat energi
� Peningkatan kualitas pencahayaan kota Jakarta saat ini masih perlu dikembangkan
� Sebagai kenangan kehidupan masa lalu, Kota Tua perlu dilestarikan karena menjadi kesinambungan antara masa lalu, masa kini dan masa depan
� Pencahayaan pada malam hari akan dapat lebih menghibupkan suasana di Kota Tua dan salah satu elemen utama mempercantik kota Jakarta
� Perencanaan pencahayaan di Kota Tua diharapkan membangkitkan kesan historis dan menampilkan keindahannya dengan penerangan buatan.
Kawasan Kota Tua
Kawasana Kota Tua meliputi Plaza dan Pedestrian Fatahilah, museum Wayang dan Keramik, Stasiun Beos, Jalan Utama, Bantaran Kali dan pedestrian Kali Besar dan Jembatan Kota Intan
Design
Pencahayaan di area Kota Tua akan dikembangkan dengan pertimbangan untuk meningkatkan keamanan dan juga keindahan kota Jakarta
Pencahayaan Kota Tua
Pencahayaan di kawasan jalan utama kota kawasan Kota Tua difokuskan untuk penerangan City eautification, seperti penerangan dekoratif, pada penerangan fasad bangunan untuk membuat pusat kota Jakarta pada malam hari lebih indah
Perencanaan
Tata Pencahayaan terbagi menjadi :
Aktifitas Pemakai :
� Pedestrian
� Kendaraan
Elemen Arsitektur :
� Fasad Bangunan
� Taman
� Jalan
� Landscape
Konsep
Mengoptimalkan pencahayaan dengan membangkitkan kesan historis dan menghidupkan kembali kawasan Kota Tua dan sekitarnya. Karakter rumah lampu dan tiang lampu harus mencerminkan gaya Betawi atau gaya Kolonial Belanda abab-16- Education | Time: 2:55 am (UTC+8)
